Nagan Raya – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Surharyanyto meninjau langsung progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (28/2/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan Huntara berjalan sesuai dengan perencanaan serta memenuhi standar kelayakan dan keamanan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB melihat langsung kondisi bangunan, fasilitas pendukung, serta berdialog dengan warga penerima manfaat.
Dalam arahannya, Kepala BNPB RI menegaskan bahwa pembangunan Huntara harus memperhatikan kualitas konstruksi, ketersediaan sarana air bersih, sanitasi, serta akses yang memadai. Huntara ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang aman dan nyaman sementara waktu, hingga proses pembangunan hunian tetap (Huntap) dapat direalisasikan.

“Kita ingin memastikan masyarakat terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak. Proses pembangunan 129 Barak ( 641 unit ) harus cepat, namun tetap mengedepankan kualitas dan keselamatan,” ujarnya.
Selain meninjau lokasi Huntara, Kepala BNPB juga menggelar koordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan pihak terkait guna mempercepat penyelesaian pembangunan serta memastikan distribusi bantuan berjalan optimal.
Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BNPB dalam percepatan penanganan pascabencana di wilayah Beutong Ateuh Banggalang. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan pembangunan Huntara dapat segera rampung sehingga warga dapat menempati hunian sementara dengan aman dan nyaman, sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dandim 0116/Nagan Raya, Plt Sekda Kabupaten Nagan Raya, Kepala BPBD Nagan Raya, Camat Beutong Ateuh Banggalang, serta unsur TNI–Polri dan tokoh masyarakat setempat.












