Korem 012/Teuku Umar menggelar kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer Tahun 2026 yang diikuti oleh prajurit dari satuan jajaran Korem 012/TU,Ujian kenaikan tingkat ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pencak Silat Militer dari Jasdam Iskandar Muda, Kapten Inf Indra Kelvin. Dalam pelaksanaannya, tim penilai juga melibatkan personel yang berkompeten di bidangnya, di antaranya Serda Muhammad Bayhaki sebagai anggota tim penilai. bertempat di Lapangan Mayonif 116/GS wilayah Korem 012/TU.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Korem 012/TU, Kodim 0105/Aceh Barat, Yonif 116/Garda Samudra, serta Dinas jawatan Korem 012/TU.
Ujian kenaikan tingkat ini merupakan bagian dari pembinaan kemampuan bela diri militer guna meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta diuji berbagai materi teknik dasar hingga lanjutan pencak silat militer, meliputi ketangkasan, kekuatan fisik, kecepatan, serta ketepatan dalam mengaplikasikan teknik bela diri. Selain itu, aspek mental dan disiplin juga menjadi penilaian penting dalam ujian ini.
Dalam Amanat Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Windarto S.Sos,. M.M, Yang Dibacakan Oleh Pasilat Korem 012/TU, Mayor Inf Harry Susanto Hari ini bukan sekadar hari ujian. Ini adalah momen pembuktian bahwa kalian tidak hanya berlatih secara fisik, tetapi juga menumbuhkan disiplin, ketahanan mental, dan jiwa ksatria yang menjadi inti dari Pencak Silat Militer.Perjalanan dari sabuk putih menuju sabuk kuning bukanlah hal yang sepele.
Sabuk putih melambangkan awal kesederhanaan, kemurnian niat, dan kesiapan untuk belajar. Sementara sabuk kuning adalah simbol mulai tumbuhnya pemahaman, kepercayaan diri, dan tanggung jawab atas ilmu yang telah diperoleh. Artinya,
setiap gerakan yang kalian kuasai hari ini harus mencerminkan kontrol diri, ketepatan, dan sikap hormat.Ingatlah, pencak silat militer bukan hanya tentang kemampuan bertarung. Ini adalah seni bela diri yang mengandung nilai kehormatan, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Setiap teknik yang kalian tampilkan harus dilandasi dengan niat menjaga, bukan menyombongkan diri.
Saya berpesan:Tampilkan kemampuan terbaik kalian dengan penuh keyakinan.
Kendalikan emosi, karena prajurit sejati adalah yang mampu menguasai dirinya sendiri.
Junjung tinggi sportivitas dan saling menghormati antar sesama. Apapun hasil yang kalian peroleh nanti, jadikan ini sebagai bagian dari proses panjang menjadi prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter.
Tidak ada usaha yang sia-sia selama kalian menjalaninya dengan sungguh-sungguh.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kemampuan dan kualitas prajurit di jajaran Korem 012/TU semakin meningkat, sejalan dengan tuntutan tugas yang semakin kompleks di masa mendatang. Ujarnya.

Sabuk putih melambangkan awal kesederhanaan, kemurnian niat, dan kesiapan untuk belajar. Sementara sabuk kuning adalah simbol mulai tumbuhnya pemahaman, kepercayaan diri, dan tanggung jawab atas ilmu yang telah diperoleh. Artinya,








